Macet… Oh Macet

Macet… Oh Macet

Macet jakarta
Macet jakarta oye

“Macet lagi, macet lagi…. Gara-gara si Komo lewat…..”
Pada tahun 1990-an awal, lagu anak-anak yang diciptakan Kak Seto itu cukup populer dan sering kita dengar. Dalam video klip lagu tersebut, digambarkan bahwa Jakarta menjadi macet karena si Komo, komodo lucu berwarna hitam putih tersebut menyeberang jalan sembarangan.
Sekarang, si Komo sudah jarang muncul. Apakah dengan begitu, macet di Jakarta menjadi semakin berkurang? Sama sekali tidak. Bahkan, kemacetan di Jakarta semakin bertambah parah. Pergi ke sekolah, macet! Pergi ke tempat kerja, macet! Bahkan, mau pergi ke gereja, juga macet! Macet di Jakarta, sungguh membuat stres meningkat!
Lalu siapakah yang bisa disalahkan atas kemacetan yang terjadi saat ini? Pemerintah? Proyek Pembangunan Trans Jakarta? Program 3 in 1? Jika ditanya seperti itu, tentu saja kita akan ramai-ramai menyalahkan berbagai pihak kecuali diri kita sendiri.
Proyek pembangunan Trans Jakarta maupun jalan layang memang menimbulkan kemacetan.
Namun, apakah kita sadar bahwa setelah semua proyek itu selesai, hasilnya dapat dinikmati kita bersama, bahkan jika dipelihara dengan baik, generasi anak-cucu kita pun masih bisa menikmati manfaatnya.
Program 3 in 1. Program ini bertujuan untuk membatasi banyaknya kendaraan yang melintas.
Penduduk Jakarta saat ini, kurang lebih ada 9.600.000 jiwa. Jika sepertiganya mempunyai mobil dan semuanya masing-masing mengendarai mobilnya sendiri, berarti ada sekitar 3 juta mobil di jalan-jalan kota Jakarta. Belum lagi mobil-mobil dari daerah sekitar Jakarta seperti Depok, Bekasi, Bogor, dan Tangerang. Masih ditambah jumlah sepeda motor, yang setiap hari semakin meningkat.

Sungguh memusingkan bukan? Untuk melupakan pusing sejenak, marilah kita tengok kembali video klip lagu Si Komo yang lucu tadi. Si Komo menyebabkan kemacetan karena menyeberang jalan sembarangan. Kemacetan terjadi bukan gara-gara si Komo menyeberang jalan, namun karena Si Komo menyeberang jalan di sembarang tempat.
Sesungguhnya, dalam video klip ini, Kak Seto ingin mengajak anak-anak menyadari sejak kecil, bahwa segala sesuatu yang menyalahi peraturan, bisa membawa akibat yang buruk. Bukan hanya bagi yang melanggar, namun juga bagi orang banyak.
Permasalahan di kota ini, terutama kemacetan, bukan hanya tanggung jawab satu pihak saja, bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Kita sebagai warga negara juga bisa mengurangi kemacetan dengan mematuhi peraturan yang ada.
Bukankah ada tertulis dalam Injil Matius 22:21, “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”
Kita, sebagai umat Allah turut pada perintah Allah agar kita beroleh hidup kekal. Kita, sebagai warga Jakarta, tentunya juga harus turut aturan yang ada di kota ini, agar kita bisa memperoleh hidup yang nyaman di kota kita tercinta.

1 Comment on “Macet… Oh Macet

Comments are closed.